II Korintus 12 : 9
Tuhan tidak pernah menyianyiakan orang yang berharap kepadanya.
Sesungguhnya harapan di dalam Kristus itu adalah :
Harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang gelap ada terang.
Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat dan tak berdaya.
Jadi harapan itu selalu memberikan kehidupan, semangat, gairah dan kesegaran baru. Dan ..
Orang yang berharap kepada Tuhan tak pernah dibiarkan malu tersipu-sipu!
Harapan yang Tuhan Yesus berikan bukan harapan seperti yang Anda
dipikirkan atau dunia tawarkan. Harapan di dalam Kristus bukan harapan
yang terbatas, tidak pasti dan bersifat temporer. Harapan di dalam
Kristus adalah harapan yang melimpah, pasti, dan berlimpah bak sungai.
Harapan yang demikian selalu ada di dalam diri orang percaya.
Dan harapan itu amat nyata secara khusus bagi orang-orang percaya yang mengalami berbagai-bagai dukacita karena pencobaan
Jika demikian mengapa Anda berkata , "tidak ada harapan bagiku?"
Ambillah selangkah lagi, lihat tangan-Nya terbuka siap memeluk Anda.
Rabu, 13 Februari 2013
Minggu, 27 Januari 2013
Petrus 2 : 2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan
air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan
beroleh keselamatan
Rabu, 26 September 2012
Pengkhotbah 3 : 11a
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan
kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami
pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Selasa, 28 Agustus 2012
Yeremia 20:11
Tetapi
TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang
yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat
apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil,
suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! - Yeremia 20:11
Jumat, 24 Agustus 2012
Arsikni Halak Hita
Arsik adalah salah satu masakan khas kawasan Tapanuli
yang populer. Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning.
Ikan mas adalah bahan utama, yang dalam penyiapannya tidak dibuang
sisiknya.

Bumbu arsik sangat khas, mengandung beberapa komponen yang khas dari
wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala
(buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti
lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh
ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api
kecil hingga agak mengering.
Bahan
- 5000 gram ikan mas segar
Haluskan
- 8 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah
- 4 butir kemiri, sangrai
- 2 cm jahe
- 4 cm kunyit, sangrai
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 1 sdt garam
- 150 gram kacang panjang, biarkan utuh
- 20 batang serai, ambil bagian putih, memarkan
- 1 liter air
Cara membuat
- siangi ikan mas, cuci bersih, tiriskan, biarkan utuh. Lumuri badan ikan luar dalam dengan bumbu halus sampai rata. Masukkan kacang panjang dan 3-5 batang serai ke dalam perut ikan.
- alasi dasar wajan dengan sisa serai sampai tertutup rapat. Letakkan ikan di atas serai, tuang air. Tutup wajan dan masak di atas api kecil sampai mengering. Angkat dan sajikan.
Naniura dari Samosir (Tabo nai...)
NANIURA, ikan khas batak yang tidak dimasak, seperti Sashimi ikan mentah
khas Jepang. Bila orang Batak mendengar naniura, maka yang pernah
memakannya langsung mengeluarkan air liur dengan mata terpejam….tabo
nai…enak sekali. Bagaimana tidak, ikan yang sudah dilumuri bumbu dan
asam jungga (asam batak) ditambah andaliman menciptakan rasa manis ikan
yang dibumbu asam dan diwarnai rasa pedas andaliman yang meninggalkan
rasa ketir diujung lidah. Tidak percaya? Silahkan coba…maka rasanya
tiada duanya.
Naniura, tidak sepopuler ikan arsik dan jarang didapat di lapo-lapo
Batak atau diarisan-arisan marga, biasanya disajikan pada saat acara
Bona Taon para marga-marga Batak. Resep asli Naniura bukanlah ikan mas
seperti arsik, tapi ikan yang satu-satunya ada di danau toba atau
disebut “Ihan”. Tapi karena ikan ini susah didapat, maka sekarang orang
menggunakan ikan mas. Ihan adalah jenis ikan yang hidup hanya di danau
Toba, masih ingat cerita rakyat tentang asal muasal Danau Toba, dimana
seekor ikan sakti yang berubah menjadi perempuan kemudian menikah dengan
manusia, dan kembali menjadi ikan setelah marah karena suaminya
menyebut anaknya adalah anak ikan. Konon ikan itu menjadi Ratu Ikan di
Danau Toba, dan dinyakini orang Batak ikan ini terus hidup sepanjang
masa. Ratu ikan ini ditemani ihan-ihan, yang menjadi ciri khas ikan
batak.
Masakan naniura, dahulu kala pada jaman Raja-Raja Batak (Red. Di
tapanuli sebelum kemerdekaan RI, banyak raja-raja batak di masing-masing
daerahnya, salah satu yang terkenal adalah Sisingamangaraja.
Sisingamangaraja bukan Raja Orang Batak, tapi salah satu Raja Batak yang
paling terkenal), merupakan masakan istimewa dan hanya dihidangkan
untuk para raja, oleh karena itu dahulu tidak semua orang boleh memasak
naniura, hanya koki kerajaan saja yang boleh memasaknya. (Wah kalau
dipikir-pikir, raja-raja batak dulu egois ya…karena masakan yang paling
enak hanya untuk mereka).
Penasaran? Mau tahu resepnya?
Bahan-bahan dan bumbunya adalah:
- 0,5 kilogram ihan batak / ikan mas
- 3 biji asam jungga (hanya ada di penjual bumbu khas masakan batak) / jeruk nipis
- 0,25 ons andaliman
- 1 ons kemiri
- 5 cm lengkuas
- 5 cm kunyit
- 2 ikat rias
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 0.5 ons cabe merah
Nah cara masaknya gampang sekali,
- Ikan dibersihkan dari sisik, lalu dibelah dua dari punggung ikan. Duri ikan dikeluarkan semuanya. Sesudah bersih, ikan digarami dan diasami. Dibiarkan selama 5 jam.
- Kemiri di gongseng, dibiarkan dulu. Jahe, kunyit, bawang merah dan putih di goreng. Kemudian rias dikukus, sedangkan cabe digiling. Seluruh bumbu kemudian diulek (tumbuk).
- Bumbu dimasukkan atau diolesi ke permukaan ikan. Biarkan satu jam lagi.
- Siap dihidangkan.
Mau tahu rasa sensasi luar biasa untuk menikmati Naniura? Datanglah ke
Danau Toba, duduklah di pinggir danau, ambil nasi putih hangat di atas
daun pisang dan seekor Naniura plus tuak sambil ditemani angin semilir
angin danau…hmmmm tabo nai….(mertua lewatpun sudah tak kenal alias lupa
bah!!!) ( Baca dengan logat Batak)
Langganan:
Postingan (Atom)



